Dalam dunia perminyakan, kata pemboran mungkin tidak asing lagi bagi mereka-mereka yang bekerja di industri tersebut. Pemboran adalah salah satu proses dari pengambilan sesuatu yang bermanfa'at yang akan di angkat ke atas permukaan, tapi bagi dunia perminyakan identik dengan pengambilan hidrocarbon di dalam perut bumi.
Nah, pada episode kali ini (cie, episode,,heh),,saya mencoba berbagi buat rekan-rekan, teman-teman, atau apalah, yang penting bermanfa'at bagi plen2 semua, gitu loh,,(hehe),,saya membahas tentang peralatan-peralatan (equipment) yang paling utam di pakai pada saat operasi pemboran minyak bumi,,,
lo,,kebanyakan ngomongan nya y..?,,oke,!!untuk tidak memperpanjang mukadimah,,(upsss, koq kayak di ngasi kuliah aja y,,hehe)..
baik lah, kalo saya tulis disini, tentang kegunaan dan keuntungan dari peralatan yang di pakai di industri perminyakan khusus nya alat pemboran, dan sangat panjang kali lebar (luas nya beapa ya..), dan untuk memepersingkat waktu, file nya saya lampirkan pada link download di bawah ini,,
langsung di sedot aja ya bos,,?
selamat manyedot,,hehehehe,,,(oh ya,,jgn lupa kritikan nya y??,,(^_*),,ting!!
Download Alat Teknik Pemboran
Selengkapnya...
Dear Trooper,,
Bagi para pemain Game Poin Blank Indonesia khusus yang gemar dengan yang namanya cheat/cit (Citter Mania), cit saya ambil dari blog tetangga,,hehe ,,, g perlu lama2 kali bos, untuk cit bom dan wallshot silah kan disedot bos,,,,
Tutorial :
F1 = Bomberman ON
F2 = Bomberman OFF
F3 = Wallshot ON
INSERT = Minimize ON (auto minimize)
Semua cheat tdk perlu OFF tdk akan BT
Download,,
Selengkapnya...
Contoh Integral dan pembahasan nya, silahkan di sedot
di sini, dan untuk soal Logika disini, untuk soal Statistik disini,,,,jangan lupa belajar sampai bisa ya..? cekidot,,,hehehe,,,
Selengkapnya...
Silahkan di baca pada Blog Tetangga ini,,,
matematika
Selengkapnya...
Pada bagian ini akan dibahas secara mendetail persoalan-persoalan yang sering
muncul bahkan boleh dikatakan pasti keluar dalam tes kemampuan umum ujian saringan
masuk STAN. Pada bagian ini akan dijelaskan kiat-kiat bagaimana dan apa yang harus
dilakukan dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Secara umum Tes Kemampuan Umum Ujian Saringan Masuk STAN meliputi komposisis sebagai berikut: Tes Kemempuan Verbal
(perbandingan kata, Sinonim, Antonim), Tes Analogi (Pola huruf/angka, menyusun kata), Tes Logika, dan Tes Hitungan.
Semua soal-soal pada tes kemampuan umum dapat diselesaikan oleh pembaca pada
umumnya dan calon peserta ujian masuk STAN pada khususnya. Yang membedakan adalah
waktu untuk mengerjakan berbeda antara orang yang satu dengan yang lainya. Untuk itu
jangan lengah sedikitpun, bersikaplah tenang tetapi cepat dan tepat dalam mengerjakan soal, tetap optimis walaupun menemukan soal yang sulit, usahakan mengerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu.
Adapun yang akan dibahas disini meliputi:
1. Perbandingan kata
Carilah hubungan antara dua kata pada soal tersebut
Contoh: KAMBING : RUMPUT =
A. ANJING : KUCING
B. JERAPAH : UNTA
C. MANUSIA : NASI
D. TIKUS : KUCING
Dari persoalan tersebut, kita mengetahui bahwa hubungan kambing dengan rumput adalah
kambing makan rumput, dari hubungan tersebut kita bisa menentukan jawaban pada pilihan yaitu C, manusia makan nasi, disini kata penghubungnya adalah makan.
2. Sinonim dan Antonim
Untuk sinonim, carilah persamaannya, bila yang anda hadapi kata yang tidak pernah anda temukan sebelumnya cobalah untuk menebak sejalan masih masih relevan dengan makna sebenarnya.
Untuk antonym, carilah kata kata yang berlawanan arti dengan soal, bila anda baru
menemukan kata seperti dalam soal, cobalah untuk menebak sejalan masih kontradiksi
dengan makna sebenarnya.
3. Pola Angka atau huruf
carilah pola dibalik susunan angka atau huruf pada soal, caranya, carilah hubungan antara angka pertama dan angka-angka berikutnya. Mungkin antara angka ke-1 dan angka ke-2, bila tidak ditemukan pola, mungkin antara angka ke-1 dan angka ke-3 dan begitu seterusnya sampai ditemukan polanya. Dari pola tersebut bisa digunakan untuk
meneruskan angka atau huruf yang dipertanyakan.
4. Tes menyusun kata
gunakanlah imajinasi anda, cobalah untuk memikirkan kata-kata yang mungkin terbentuk
dari soal. Untuk mempermudah alternatif pilihannya, lihatlah pilihan jawaban pada soal.
5. Tes Logika
Deskripsikan atau gambarkan ketentuan tersebut secara tepat. Pendeskripsian yang tidak tepat akan berakibat jawaban dari persoalan tersebut salah. Untuk itu Deskripsikan semua ketentuan-ketentuan bacaan secara tepat. Pergunakanlah gambar bila diperlukan. Gambarkan pada suatu kertas tentang ketentuan-ketentuan dalam persoalan tersebut.
6. Tes Hitungan
Bentuk soal dalam tes hitungan ini mencakup tes pertambahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, pecahan dan bentuk matematika dasar lain yang dikemas dalam soal
cerita.Adapun yang seing kali dikeluhkan atau dirasa sulit oleh sebagian besar peserta ujian masuk STAN akan kami bahas disini dalam bentuk contoh soal.
Persoalan-persoalan tersebut diantaranya:
a) Diskon dua kali berturut-turut
Pada persoalan ini, potonglah harga sebenarnya dengan diskon pertama kemudian
harga setelah dipotong diskon pertama dipotong lagi diskon kedua. Dari situ
kita akan tahu jumlah seluruh diskon sebenarnya.
Contoh:
Sejumlah produk dijual dengan dua kali diskon berturut-turut yaitu 20% dan
setelah itu 15%. Berapakah jumlah seluruh diskon?
Diskon I : 20%, maka harga sekarang tinggal 80%
Diskon II : 15%,ini berarti 15% dari harga setelah dipotong diskon I
Nilai diskon kedua bila menurut harga 100% = (15% x 80) x 100% = 12%
Jadi diskon seluruhnya 20% + 12% = 32 %
Untuk menghitung seluruh diskon = diskon awal + diskon kedua dari
harga sebelum diskon
b) Perhitungan yang sebanding dan berbanding terbalik
Perhitungan yang sebanding misalnya digunakan pada perhitungan waktu dan tenaga
kerja
Contoh: Suatu pekerjaan bila diselesaikan oleh 15 orang diperlukan
waktu 5 hari, maka bila dikerjakan 10 orang diperlukan waktu,,,?
Caranya gunakan perhitungan sebanding: 15 x 5 = 10 x T , maka T = 8 hari
Perhitungan yang berbanding terbalik misalnya digunakan pada perhitungan
putaran roda & jarak.
Contoh: Untuk memperoleh jarak 50 meter roda berputar 150 kali. Berapa kali
roda harus berputar untuk menempuh jarak 200 meter?
Caranya gunakan perhitungan tak sebanding: 50/150 = 200/X , maka X =
600 kali.
c) Sesuatu dibalik pekerjaan dan kerja sama
Persoalan ini kerap kali muncul dan sebagian besar peserta kerap kali salah
dalam pemahaman soal. Untuk itu akan kami berikan contoh soal dan pemahamannya
serta penyelesainnya.
Contoh: Dua orang penyortir surat pos A & B bekerja dengan kecepatan
konstan. Jika A menyortir sejumlah X surat dalam waktu 60 menit, dan B
menyortir sejumlah surat yang sama dalam waktu 30 menit, Berepa lama waktu
yang diperlukan untuk menyortir X surat jika dilakukan oleh A & B secara
bersama bersama tetapi independen?
Pemahaman: pada soal tersebut kita ketahui bahwa A & B mengerjakan pekerjaan
yang sama tetapi merelka memiliki perbedaan mengenai waktu penyelesainnya. Soal
tersebut menanyakan berapa lama pekerjaan yang seharusnya dilakukan 1 orang
kemudian dikerjakan bersama-sama oleh 2 orang yang masing-masing dari mereka
memiliki perbedaan dalam hal kecepatan? Tentu ini akan sulit dikerjakan dengan
logika kita bila kita tidak tahu caranya.
Caranya: misal waktu bila dikerjakan bersama-bersama T, maka T/60 + T/30 = 1,
Itulah cara sederhana dan mudah untuk menyelesaikan soal tersebut. 3T/60 = 1
maka T = 20 menit.
Jadi pekerjaan tersebut bila dikerjakan bersama-sama akan selesai dalam waktu
20 menit.
Jadi rumusnya: T/t1 + T/t2 + T/tn = 1
T = waktu bila dikerjakan bersama-sama
t1, t2, tn = waktu bila dikerjakan sendiri-sendiri.
d) Pertemuan
Ingatlah pertemuan disini berarti bahwa orang yang bertemu pasti berada dalam
satu titik atau dengan kata lain mereka berada pada kedudukan atau letak atau
posisi yang sama.
Contoh: Sofyan berangakat ke kampus yang berjarak 30 km dengan menggunakan
angkot dengan kecepatan 20 km/jam. Sepuluh menit kemudian Yanto
menyusul dengan motor dengan kecepatan 30 km/jam. Mereka akan bertemu
pada jarak berepa km dari kampus?
Caranya:Dari soal tersebut telah jelas bahwa mereka bergerak dengan start
yang sama dan dengan tujuan yang sama. Yang berbeda adalah waktu
startnya. Maka bila salah satu dari mereka mengejar dari start yang
sama, maka berarti
jarak yang di tempuh mereka sama.
Gunakanlah: S1 = S2 Ingatlah bahwa S = V x t
S sofyan = S yanto
Sofyan 10 menit lebih awal → 20 (t + 10) = t . 30
20 t + 200 = 30 t
10 t = 200
t = 20 menit
jarak yang di tempuh oleh mereka = 30 x 20/60 = 10 km
jarak dari kampus = 30 – 10 = 20 km.
BAHASA INDONESIA
PEMBENTUKAN KATA
Ada 2 cara pembentukan kata, yaitu :
1. Dari dalam Bahasa Indonesia
Pembentukan kosakata baru didasarkan pada kata yang sudah ada
Contoh : tata -> tata buku, tata bahasa, tata rias
hari -> hari sial, hari jadi, hari besar
2. Dari luar Bahasa Indonesia
Kata-kata terbentuk melalui pungutan kata
Contoh : Bank, valuta, kredit, nyeri, candak kulak
Bentuk – bentuk kata serapan :
1. Kata yang sudah sesuaI dengan ejaan Bahasa Indonesia
Contoh : bank, opname, golf
2. Kata yang disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia
Contoh : Subject -> subyek
University -> universitas
3. Kata asing yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia
Contoh : Starting point -> titik tolak
Hearing -> dengar pendapat
4. Istilah yang tetap seperti aslinya karena keuniversalannya
Contoh : de facto, status quo, cum laude, ad hoc
DIKSI
Contoh Pemakaian kata
a. Kata “dari” menunjukkan asal sesuatu
Contoh : Ia mendapat tugas dari atasannya
Kata “daripada” berfungsi membandingkan
Contoh : Indonesia lebih luas daripada Malaysia
b. Kata “tiap-tiap” harus diikuti oleh kata benda, sedangkan kata “masing-masing’
tidak boleh diikuti oleh kata benda
Contoh : tiap-tiap kelompok terdiri atas tiga puluh orang
Masing-masing mengemukakan pendapatnya
KESALAHAN PEMBENTUKAN KATA DAN PEMILIHAN KATA
1. Penanggalan awalan me-
Contoh : Sampai jumpa lagi (salah)
Sampai berjumpa lagi (benar)
2. Bunyi /s/, /k/, /p/, /t/, yang tidak luluh
Contoh : Pensuplai mengkikis, mentaati (salah)
Penyuplai, mengikis, menaati (benar)
Catatan : Kaidah peluluhan bunyi s, k, p, dan t, tidak berlaku pada kata-kata
yang dibangun dengan gugus konsonan
Traktor + me- -> mentraktor
3. Penggunaan kata yang boros
UNGKAPAN IDIOMATIK
Ungkapan idiomatik adalah konstruksi yang khas pada suatu bahasa yang salah satu unsurnya tidak dapat dihilangkan atau diganti.
Contoh : Menteri Dalam Negeri bertemu Presiden Gus Dur (salah)
Menteri Dalam Negeri bertemu dengan Presiden Gus Dur (benar)
Ugkapan idiomatik lain yang perlu diperhatikan adalah:
- Terdiri -> terdiri atas / dari
- Terjadi atas -> terjadi dari
PERUBAHAN MAKNA
1. Meluas / Generalisasi
Makna kata sekarang lebih luas dari makna asalnya
Contoh : petani, peternak, berlayar, ibu, bapak, saudara, dan sebagainya.
2. Menyempit / Spesialisasi
Makna kata sekarang lebih sempit daripada makna asalnya
Contoh : pendeta, sarjana, sastra, pembantu, dan sebagainya
3. Amelioratif
Makna kata sekarang lebih baik daripada makna kata asalnya
Contoh : wanita, pramuniaga, warakawuri, rombongan, dan sebagainya.
4. Peyoratif
Makna sekarang lebih jelek daripada makna kata asalnya
Contoh : perempuan, gerombolan, oknum, kawin, tewas, dan sebagainya.
5. Sinestesia
Perubahan makna kata yang terjadi akibat pertukaran tanggapan dua indera yang
berbeda
Contoh : suaranya sedap didengar
kata-katanya indah benar
komposisi warnanya enak dilihat
6. Asosiasi
Makna kata yang timbul karena persamaan sifat.
Contoh : tukang catut, amplop
PEMAKAIAN HURUF KAPITAL
1. awal kalimat
2. huruf pertama pada pengetikan langsung
3. huruf pertama hal-hal yang bersifat keagamaan (Islam, Quran, Waisak)
4. Unsur nama, gelar, jabatan, dan pangkat, yang diikuti nama orang, tempat,
instansi yang menyandanganya (Haji Tohirin, Mayor Haryono, Universitas Indonesia)
5. huruf pertama nama bangsa, suku, bahasa, tahun, bulan, hari, hari besar (bangsa
jepang,suku jawa, bahasa inggris, tahun Masehi, bulan Agustus, hari minggu, hari
Lebaran)
6. Huruf pertama judul kecuali kata di, ke, dari, dan, untuk, yang.
7. huruf pertama istilah geografi yang diikuti namanya (Teluk Bayur, Asia Tengah,
Laut Hitam).
8. Huruf pertama sapaan/ acuan (Pak Ali adalah pamanku, Besok Paman akan kerumah
saya)
9. Huruf pertama kata Anda, Saudara sebagai kata sapaan.
KALIMAT EFEKTIF
1. Kesepadanan struktur bahasa dan predikat yang jelas
-> Mempunyai subyek dan predikat yang jelas
-> Kata penghubung antar kalimat tidak dipakai dalam kalimat tunggal
2. Keparalelan (kesamaan bentuk kata yang digunakan)
-> Nyatakan gagasa paralel dalam bentuk bahasa yang sejajar
3. ketegasan (membuat urut secara logis)
4. Kehematan susunan kalimat dan penggunaan kata
-> Hindari pemakaian dua kata atau lebih dengan fungsi yang sama
-> Hindari pnggunaan dua kata atau lebih yang mempunyai fungsi dan acuan yang
sama
-> Tidak terdapat subjek berganda
-> Hindari pemakaian superordinat dan hiponim secara bersama-sama
-> Hindari kesinoniman makna (naik ke atas)
->Tidak menjamakan bentuk yang sudah jamak (daftar nama-nama)
5. kecermatan (tidak menimbulkan penafsiran ganda/ ambiguitas)
6. kepaduan (informasi yang disampaikan tidak terpeca-pecah dan bertele-tele)
7. kelogisan (ide dapat diterima)
8. penggunaan bentuk pasif secara benar.
Tulisan ini Saya adopsi dari blog nya "sahabat"..,,
Selengkapnya...
K E T E T A P A N
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : VIII/MPR/1978 TENTANG PELIMPAHAN TUGAS DAN WEWENANG KEPADA PRESIDEN/MANDATARIS MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM RANGKA PENGSUKSESAN DAN PENGAMANAN PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Menimbang :
a. Bahwa Ketahanan Nasional adalah mutlak perlu dalam melaksanakan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 1945 menuju masyarakat adil dan makmur, material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bersatu, dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tertib dan dinamis, serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.
b. Bahwa Ketahanan Nasional itu harus diwujudkan di segala bidang kehidupan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
c. Bahwa untuk mewujudkan Ketahanan Nasional itu harus dilakukan Pembangunan Nasional secara berencana, sistimatis, bertahap dan terarah, agar dapat menjamin terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 1945, yang berdasarkan landasan idiil Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
d. Bahwa Negara dan Bangsa Indonesia masih menghadapi usaha-usaha subversi sisa-sisa G.30.S/PKI
dan unsur-unsur lainnya
e. Bahwa berhubung dengan itu, perlu adanya wewenang khusus yang diberikan kepada Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat yang digunakan pada saat-saat Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan suksesnya Pembangunan Nasional terancam.
f. Bahwa wewenang khusus yang diberikan kepada Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat selama perjalanan Orde Baru ini telah membuktikan hasil yang positif dengan tidak menimbulkan penyimpangan-penyimpangan konstitusional sesuai dengan kepatutan Demokrasi Pancasila
g. Bahwa wewenang yang diberikan ini dilaksanakan berdasarkan hukum yang berlaku
h. Bahwa oleh karena itu Majelis Permusyawaratan Rakyat yang keanggotaannya diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1977 memandang perlu adanya Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat yang mengatur tentang pelimpahan tugas dan wewenang kepada Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam rangka pengsuksesan dan pengamanan Pembangunan Nasional.
Mengingat :
1. Pasal 1 dan pasal 4 Undang-Undang Dasar 1945
2. Ketetapan MPR-RI No: X/MPR/1973
3. Keputusan-keputusan MPR-RI No: 1/MPR/1977,
No:3/MPR/1977, No: 4/MPR/1977, No: 1/MPR/ 1978
dan No: 2/MPR/1978
4. Ketetapan MPR-RI No: IV/MPR/1978;
5. Ketetapan MPR-RI No: X/MPR/1978;
6. Ketetapan MPR-RI No: I/MPR/1973 dihubungkan
dengan Keputusan MPR-RI No: 2/MPR/1977.
Memperhatikan:
1. Permusyawaratan dalam Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat bulan maret 1978 yang membahas Rancangan Ketetapan tentang Pelimpahan Tugas dan Wewenang Kepada Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat Untuk Melaksanakan Tugas Pembangunan yang telah dipersiapkan oleh Badan Pekerja Majelis Permusyawaratan Rakyat
2. Putusan Rapat Paripurna ke-5 tanggal 21-22 Maret 1978 Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat
bulan Maret 1978.
M E M U T U S K A N :
Menetapkan :
KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELIMPAHAN TUGAS DAN WEWENANG KEPADA PRESIDEN/MANDATARIS MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM RANGKA PENGSUKSESAN DAN PENGAMANAN PEMBANGUNAN NASIONAL.
Pasal 1
Demi tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila sesuai dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 1945 menugaskan kepada Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk dalam waktu 5 Tahun:
a. Melanjutkan pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun dan menyusun serta melaksanakan Rencana Pembangunan Lima Tahun III dalam rangka Garisgaris Besar Haluan negara.
b. Meneruskan menertibkan dan mendayagunakan Aparatur Negara di segala bidang dan tingkatan
c. Meneruskan menata dan membina kehidupan masyarakat agar sesuai dengan Demokrasi Pancasila
d. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif dengan orientasi pada kepentingan Nasional.
Pasal 2
Memberi wewenang kepada Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk mengambil langkah-langkah yang perlu demi penyelamatan dan terpeliharanya persatuan dan Kesatuan bangsa serta tercegahnya bahaya
terulangnya G.30.S/PKI dan bahaya subversi lainnya, yang pada hakekatnya adalah penyelamatan Pembangunan Nasional, kehidupan Demokrasi Pancasila serta penyelamatan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pasal 3
(1) Penggunaan wewenang tersebut pada Pasal 2 Ketetapan ini dilakukan dengan mengindahkan hak-hak warga negara sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
(2) Pelaksanaan penggunaan wewenang tersebut pada Pasal 2 Ketetapan ini, segera diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat dan dipertanggungjawabkan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Pasal 4
Ketetapan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai berakhirnya masa jabatan Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat sesuai dengan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No: X/MPR/1978 tentang Pengangkatan Presiden Republik Indonesia.
Ketetapan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di JAKARTA
Pada tanggal 22 Maret 1978.
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
Ketua
ttd
ADAM MALIK
Wakil Ketua Wakil Ketua
ttd ttd
MASHURI, S.H. K.H. MASJKUR
Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua
ttd ttd ttd
R. KARTIDJO H. ACHMAD LAMO Mh. ISNAENI
Selengkapnya...